3 responses »

  1. sebentar aku jumpai wajahmu sebelum senja tumpah seperti serapah (sebab akulah yang selalu malam) mengucap mimpi di ujung cahaya memerah yang lebih bermakna dari darah yang
    padahal kita selalu punya tapi tak tau akan dibagi untuk siapa.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s